October 19, 2000
News and Information on Various Impacts of War Triggered by Indonesian Police in Papua
Perlawanan Demi Bintang Kejora (The Struggle in Defending the Morning Star Flag
Tanggal/Date
Tempat/ Place
Peristiwa/ Incident
Korban/ Victim
6 July ‘98
Biak
Penurunan Bendera di Tugu Pnas oleh aparat
keamanan disertai tembakan utk bubarkan massa Papua pro kemerdekaan (The
police pulled down the flag in Pnas Monument with gunfire to dismiss the
gathering of pro independence Papuans)
Tidak jelas:
Puluhan luka-luka (Unclear, tens of them injured)
5 Juyly ‘99
Sorong
Aparat tembak Massa Pengibar Bendera Bintang
Kejora (Police shot the crowd hoisting the Morning Star Flag)
1 Tewas. Ada
yang luka dan ada yang ditangkap (1 dead, otehrs injured and arrested)
26 Sept. ‘99
Manokwari
Aparat bubarkan massa pro merdeka dan tembak
John Wamafma (Police fired a gathering of pro independence movement and
shot John Wamafma to death.)
1 tewas (
1 dead)
2 Des. ‘99
Timika
Aparat bubarkan massa pengibar Bintar Kejora di
Gereja Katolik Tiga Raja(Police fired people hoisting the Morning Star at
Tiga Raja Catholic Church)
1 tewas dan
ada yang luka ( 1 dead dan others injured)
26 Febr & 3 Mar ‘00
Nabire
Bentrok polisi vs Satgas Papua (Class
between Police and Satgas Papua)
10 tertembak,
3 tewas dan ada yg ditangkap ( 10 shot, 3 dead, others arrested)
10 Apr. ‘00
Kaimana, Fak2
Aparat pukul satgas Papua (Police hit Satgas
Papua)
1 tewas (1
dead)
5 Aug. ‘00
Manokwari
Aparakat turunkan Bintang Kejora dgn tembakan (Police
lowered down the Morning Star Flag with funfire)
1 tewas (1
dead)
22 Aug. ‘00
Sorong
Aparakat turunkan Bintang Kejora dan bubarkan
massa pro merdeka di halaman Gereja Immanuel, Boswesen (Police lowered
down the Morning Star Flag dan dismissed a gathering of pro independence
movement at Immanuel Church, Boswesen)
3 tewas, 12
luka2, 23 ditangkap (3 dead, 12 injured, 23 arrested)
5 Sept. ‘00
Wosi dan Sanggeng, Manokwari
Bentrok warga vs Brimob (Clash Papuans vs
Mobile Brigade Police /Brimob)
1 luka berat
(sipil), 2 polisi babak belur dihajar massa (1 injured (civilian), 2
policemen badly hit)
12 Sept. ‘00
Hamadi, Jpr.
Bentrok warga dan Polisi (Clash between the
people and Police)
tidak ada (no
victim)
6 Oct. ‘00
Wamena
Satgas Papua dan warga bentrok dengan polisi (Class
between Police and members of Satgas Papua and common people.)
40 lebih
tewas. 44 lebih luka2 (More than 40 dead, more than 44 injured) (More…!)
Sumber
(Source) Kris Ansaka, Tifa Papua, 23 Okt. 2000, halaman (page) 9, kolom (column)
3-5
———————————————————————————————————————————————-
Kamis,
19 Oktober 2000, 20:10 WIB
“Penyanderaan” Pesawat TNI AU
Tindakan Arogan
Jakarta,
Kamis
“Penyanderaan”
pesawat tempur RI oleh Amerika Serikat (AS) dan Inggris menyusul
mbargo senjata dan peralatan militer oleh AS terhadap Indonesia dinilai
sebagai tindakan “ngawur dan arogan”.
“Kalau penyanderaan atas pesawat-pesawat tempur RI itu benar, itu
betul-betul tindakan arogan dan ngawur. Karena itu kita sangat
menyesalkan,” kata Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa DPR (F-KB) H.
Taufikurrahman Saleh di Jakarta, Kamis.
Dua pesawat tempur TNI-AU, masing-masing jenis F-5 Tiger saat ini berada di AS
sedangkan pesawat tempur jenis A-4 Sky Hawk ditahan oleh Inggris.
Menhan HM Mahfud MD, Rabu (18/10), dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR
enjelaskan, pesawat-pesawat tersebut sedang menjalani pemeriksaan rutin di
negara pembuatnya. Namun karena adanya embargo yang dilakukan AS terhadap
Indonesia, kedua pesawat tersebut tak bisa kembali.
Ketua F-KB DPR juga menyebutkan, sikap kedua negara terhadap dua pesawat tempur
RI yang menjalani pemeriksaan rutin itu tindakan yang gegabah.
“Penyanderaan atas kedua pesawat tempur tersebut jelas tindakan gegabah,
karena dilakukan tanpa ada pemberitahuan terlebih dulu,” kata
Taufikurrahman Saleh.
Sementara itu,
dalam usai rapat rapat kerja dengan Komisi IV Menkopolsoskam Susilo Bambang
Yudhoyono mengatakan bahwa dirinya belum mendengar dari Panglima TNI mengenai
hal tersebut.
Namun, ia
membenarkan adanya pesawat yang belum kembali dari Amerika Serikat dan Inggris
karena memang masih dalam perbaikan. (Ant,Nik)
Filed under Current by admin
Leave a Comment
You must be logged in to comment